Donor Darah di Era Pandemi Covid-19, PMI Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

FKM NEWS – Menurut World Health Organization (WHO), jumlah minimal kebutuhan darah di Indonesia sekitar 5,1 juta kantong darah pertahun, sedangkan produksi darah saat ini sebanyak 4,1 juta kantong dari 3,4 juta donasi. Jumlah pendonor darah pada masa pandemi Covid-19 ini menurun secara drastis, dikarenakan adanya ketakutan pendonor akan terpapar virus pada saat proses donor darah berlangsung.

Departemen Pengabdian Masyarakat (PENGMAS) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) untuk pertama kalinya menggelar webinar Donor Darah 1 yang bertajuk “Donor Darah di Era Pandemi dan Donor Plasma Konvalesen” pada Jumat (09/04/2021). Webinar yang dilaksanakan melalui platform Zoom itu dihadiri oleh kurang lebih 60 partisipan.

Dipandu oleh Ria selaku moderator, webinar pada malam itu mendatangkan narasumber dr. Nisia Maharani (Staff Seleksi Donor UDD PMI Kota Surabaya). Diawal, dr. Nisia Maharani menjelaskan mengenai tranfusi darah dan reaksi tranfusi. Beliau mengatakan bahwa sebelum melakukan tranfusi darah, penting untuk dilakukan screening terlebih dahulu agar darah yang diperoleh sehat dan aman.

“Terdapat empat prosedur utama yang wajib dilakukan, yaitu yang pertama Shypilis, Hepatitis B, Hepatitis C, dan HIV,” ungkapnya.

Selanjutnya, dalam penjelasannya dr. Nisia juga mengatakan bahwa dalam masa pandemi ini UTD PMI Kota Surabaya telah melaksanakan donor plasma konvalesen. Plasma konvalesen ini merupakan suatu terapi pemberian darah pada pasien Covid-19 dari penyintas Covid-19. Plasma tersebut mengandung anti bodi yang dibutuhkan pasien Covid-19.

Selain itu, dr. Nisia mengungkapkan bahwa selama pandemi Covid-19 di PMI Kota Surabaya mengalami penurunan jumlah pendonor darah. “Dulu waktu awal pandemi melanda Indonesia, pendonor darah sangat sedikit sedangkan permintaan darah sangat tinggi, dan stok darah di PMI masih kosong,” tuturnya.

Staff Seleksi Donor UDD PMI Kota Surabaya itu mengungkapkan bahwa di PMI Kota Surabaya tetap menerapkan protokol kesehatan pada saat pelaksanaan donor darah, dan tetap dilakukan penyemprotan desinfektan di seluruh gedung dan ruang UTD PMI Kota Surabaya setiap hari pada pagi hari.

Penulis: Ulfa Lailatus Sa’adah

EnglishIndonesian
%d blogger menyukai ini: