Dr. Djazuly Tanggapi Kenaikan Iuran JKN di ALCC 2019

FKM NEWS – Dr. Djazuly Chalidyanto S. KM, M. ARS atau Dr. Djazuly, dosen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK) diundang sebagai salah satu pemateri dalam acara Alsa Legal Coaching Clinic (ALCC) 2019 pada Sabtu (9/11/2019) di Gedung Siola lantai empat. ALCC 2019 merupakan acara dari ALSA (Asian Law Student Association) Universitas Airlangga (UNAIR) yang berupa seminar dan diskusi publik dengan judul “Realisasi Kebijakan Pemerintah dalam Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat”.

Tidak sendirian, Dr. Djazuly juga ditemani oleh dua pembicara lainya. Yaitu Muhammad Ardian Cahya Laksana dr., Sp.OG., M. Kes dan Dr. Lilik Pudjiastuti, S. H., M. H sebagai pemateri dalam acara tersebut.

“Saya senang karena diundang oleh Fakultas Hukum (FH) untuk menjadi pembicara dengan bahasan yang sangat menarik ini,” ungkap Dr. Djazuly mengawali pembicaraannya.

Pada acara tersebut, Dr. Djazuly menjelaskan bahwa masalah kesehatan bukan hanya masalah untuk orang kesehatan saja tapi juga semua unsur. Dr. Djazuly sekaligus mempromosikan kesehatan dengan mengajak mahasiswa untuk mengkonsumsi sayur dan buah, berolahraga, tidak merokok, tidak minum minuman yang beralkohol dan ketika sakit segera berobat.

Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa saat ini pembangunan kesehatan di Indonesia lebih fokus pada penyembuhan seseorang dari penyakit. Pemerintah membuat program JKN-KIS agar masyarakat mendapat pelayanan secara berkualitas dan terjangkau dari biaya, keberadaan fasilitas kesehatan dan sosial.

Terkait dengan isu kenaikan iuran JKN-KIS. Menurut Dr. Djazuly biaya iuran untuk JKN sangatlah kurang. Mengingat, JKN merupakan satu-satunya asuransi di dunia yang memiliki sistem asuransi terbesar dengan peserta nasional, meng-cover semua layanan namun iurannya yang paling kecil.

“JKN adalah asuransi sosial yang berprinsip equitas, egaliter. Maksudnya adalah masyarakat mendapat sesuai kebutuhan dan membayar sesuai dengan kemampuan” lanjutnya.

Dr. Djazuly berpesan kepada para mahasiswa, khususnya mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), jika mahasiswa FKM ingin demo mengenai kenaikan iuran JKN harus memiliki alasan yang ilmiah. Memahami kebijakan pemerintah dari sisi positif dan negatifnya.

“Saya harap kalian semua banyak memahami mengenai kebijakan pemerintah yang positif dan jangan dilihat sisi negatifnya saja,” pungkas Dr. Djazuly.

 

Penulis : Vina Himmatus Sholikhah

Editor : Galuh Mega Kurnia

EnglishIndonesian
%d blogger menyukai ini: