FKM UNAIR Bantu Gencarkan Edukasi Vaksinasi Melalui Seminar Nasional Bulan Epidemiologi Ke-3

FKM NEWS – Pada Sabtu (24/07/2021), Program Studi Magister Epidemiologi Universitas Airlangga bersama dengan Departemen Epidemiologi, Biostatistika, Kependudukan dan Promosi Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga mengadakan seminar nasional dengan mengusung tema COVID-19 Vaccination: Platform, Herd Immunity, and Longevity. Kegiatan itu merupakan rangkaian kegiatan Bulan Epidemiologi Ke-3 yang dilaksanakan secara daring.

Bulan Epidemiologi merupakan wadah bagi para praktisi, penentu kebijakan, akademisi, peneliti, mahasiswa dan stakeholder untuk dapat berdiskusi dan berbagi pengalaman serta perkembangan di bidang epidemiologi dan isu-isu global health. Kegiatan itu rutin diadakan sejak tahun 2019.

Dalam sambutannya Dr. Atik Choirul Hidajah, dr., M.Kes selaku Koordinator Program Studi (KPS) Magister Epidemiologi UNAIR, menjelaskan bahwa kagiatan seminar itu dapat mendukung program vaksinasi yang menjadi salah satu upaya untuk mencapai target SDG’s ke-3 yaitu Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan (Good Health and Well-Being).

“Pemilihan tema vaksinasi COVID-19 disebabkan karena masih banyaknya misteri yang menyelimuti tentang COVID-19 padahal vaksin dan vaksinasi ini adalah sebagai salah satu cara untuk mengendalikan pandemi COVID-19,” jelasnya.

Vaksinasi bertujuan untuk memberikan kekebalan spesifik terhadap suatu penyakit termasuk COVID-19. Cara kerja vaksin dalam pembentukan antibodi telah disampaikan dengan jelas oleh Prof. Dr. Fedik Abdul Rantam, drh. Sebelumnya, pada sesi 1 oleh Prof. Dr. Nyoman Tri Puspaningsih, Dra., M.Si  telah disampaikan tahapan dalam pengembangan vaksin termasuk vaksin merah putih.

Kehadiran dr. Asik Surya dari Direktorat Jenderal P2P menyampaikan dengan gamblang kebijakan vaksinasi d Indonesia, cakupan, dan berbagai masalah terkait vaksinasi di lapangan. Diskusi pada sesi 1 yang dimoderatori oleh dr. Kurnia Dwi Artanti, MSc menunjukkan harapan yang besar dari para peserta terkait dengan penggunaan vaksin merah putih yang baru akan selesai tahapan uji klinisnya pada Bulan Maret 2022.

Dr. dr. Hari Wibisono, dr., M.PH., selaku ketua PAEI menjelaskan bahwa vaksinasi COVID-19 merupakan cara aman untuk membentuk perlindungan dengan menimbulkan proteksi alamiah yang dikenal sebagai antibodi atau imunitas.  Apabila cakupan vaksinasi tinggi dan merata di suatu daerah, maka kekebalan kelompok (herd immunity) akan terbentuk.

Cakupan vaksinasi COVID-19 masih berada dalam angka yang rendah yaitu 20,99% untuk tahap pertama dan sebesar 8,23% untuk tahap kedua dimana program vaksinasi tersebut sudah berlangsung selama 6 bulan. Untuk mencapai cakupan vaksinasi yang merata, berbagai tantangan muncul salah satunya adalah kelompok anti vaksin. Berita Hoax menjadi salah satu pemicu masyarakat untuk ragu mengikuti vaksinasi.

“Program vaksinasi bisa dipercepat apabila kita ikut mengedukasi masyarakat pada kelompok masyarakat yang menolak vaksin, teman-teman Epidemiolog semua harus ikut berperan dalam menjelaskan berita yang benar tentang vaksinasi pada masyarakat, jangan sampai ikut menjadi penyebar hoax,” tutur Dr. M. Bagus Qomarrudin, Drs., Msc., saat penyampaian materi.

Di akhir diskusi sesi 2 Dr. Atoillah Isfandiari, dr., M.Kes selaku moderator webinar menyampaikan bahwa optimisme dan harapan untuk mencapai herd immunity harus tetap dipegang teguh dengan motto dari World Health Organization (WHO) yaitu “No one left behind”. Acara webinar ini berjalan dengan lancar hingga akhir kegiatan, seluruh peserta dan pembicara juga aktif dalam menjalankan diskusi. Dengan keberhasilan kegiatan itu, diharapkan tahun depan akan diadakan kegiatan serupa untuk menambah ilmu dan sharing terkait isu kegiatan terkini.

Penulis: Siti Shofiya Novita Sari

Editor: Yasmin Nihayatun Nadzifah

EnglishIndonesian
%d blogger menyukai ini: