Penandatanganan Kerjasama IJPH dengan IAKMI

FKM NEWS –Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Jawa Timur kembali mengadakan pelantikan pengurus cabang dan daerah. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu (9/10/2019) di Ruang Kahuripan 300 Lt. 3 Gedung Kantor Manajemen Kampus C Universitas Airlangga.

Pelantikan tersebut tidak hanya dihadiri oleh sivitas akademika FKM UNAIR. Tetapi juga pengurus baru dan anggota IAKMI dari berbagai instansi terkait yang ada di Jawa Timur serta mahasiswa Kesehatan Masyarakat dari berbagai Perguruan Tinggi.

Dalam acara pelantikan pengurus IAKMI Jatim ini, juga terdapat penandatanganan atas bergabungnya IAKMI dengan IJPH (Indonesian Journal of Public Health) dan digelarnya seminar bertajuk Peran Dan Tantangan Ahli Kesmas di Era Disrupsi 4.0. Pada kegiatan tersebut dihadiri beberapa pembicara dengan membahas beberapa hal terkait kompetensi Ahli Kesehatan Masyarakat.

Kepala UPTD Puskesmas Jeli Tulungagung, Desi Lusiana, S. KM, M.Kes, selaku ketua pelaksana acara  berpendapat bahwa Ahli Kesehatan Masyarakat tidak harus terjun di sektor kesehatan saja. Menurutnya, perlu adanya Ahli Kesehatan Masyarakat di sektor lain yang berkaitan mengingat derajat kesehatan masyarakat juga dipengaruhi oleh faktor dari luar kesehatan.

“Dua hal yang harus dilakukan dalam era disrupsi adalah berpartisipasi dalam perubahan dan pemberdayaan,” tutur wanita yang akrab disapa Desi tersebut.

Oleh karena itu, menurut Desi, dengan mengikuti perkembangan zaman maka akan dipermudah untuk melakukan pembenahan dan intervensi terhadap kesehatan. Serta dengan adanya pemberdayaan akan membuat masyarakat menjadi lebih mandiri. Desi menambahkan, dalam pemakaian teknologi dalam era disrupsi Ahli Kesehatan Masyarakat harus tetap mengedepankan rasa ketika bersama masyarakat.

Penulis : Charisma Agustin
Editor : Galuh Mega Kurnia

 

EnglishIndonesian
%d blogger menyukai ini: