Home / Berita / Paparan Organofosfat Mengancam Kesehatan Para Petani, Begini Cara Mengendalikannya
Lab 6

Paparan Organofosfat Mengancam Kesehatan Para Petani, Begini Cara Mengendalikannya

FKM NEWS– Setiap tempat kerja memiliki potensi bahaya yang akan mengancam pekerjanya, tak terkecuali dalam bidang pertanian utamanya pada petani. Melihat kondisi tersebut, Departemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga menyelenggarakan webinar series yang diterangkan oleh Dr Kelly Johnstone dari University of Queensland dengan judul “Organophosphate exposure in Agricultural Workers : Human Exposure and Risk Management” pada (09/11/2020).

Sebelum membahas lebih detail tentang paparan organofosfat dan dampaknya, Dr Kelly memberikan pengantar bahwa Organophosphate (OP) termasuk zat kimia yang biasanya terdapat pada pestisida. “OP pertama kali ditemukan pada tahun 1854 dan pertama kali disintesis pada tahun 1937 sebagai agen perang biologis dan sekarang sudah digunakan secara luas di seluruh dunia” Tegasnya.

Organofosfat biasanya digunakan untuk pengendalian ngengat, lalat buah dan pengendalian Hama (rumah tangga dan industri) seperti pada semut, laba-laba, kecoa dan  rayap, desinfeksi ruang kapal dan gudang serta formulasi pestisida.

Dr Kelly menerangkan bahwa organofosfat dapat masuk kedalam tubuh manusia melalui kulit, saluran pernapasan, dan saluran pencernaan. “Kulit menjadi rute utama paparan organofosfat pada petani, organofosfat yang masuk kedalam tubuh dapat mengganggu asetilkolin yang akan berdampak pada sistem saraf manusia” Lanjutnya.

Level keracunan organofosfat terbagi menjadi level mild atau ringan, moderat, berat. Dimana setiap level keracunan memiliki gejala klinis dan prognosis yang berbeda. Gejala klinis yang terjadi apabila tingkat keracunanya berat adalah tremor tiba-tiba, umum  kejang, gangguan psikis, sianosis intensif, edema paru, koma sehingga dapat menyabbakan gagal napas, henti jantung, hingga kematian.

“Di Australia masih terbatas penelitian mengenai paparan kerja terhadap pestisida organopofosfat”. Terang Dr Kelly.

Dr Kelly melanjutkan bahwa hal tersebut dikarenakan pemantauan biologis memalui tes darah yang sedikit rumit dan membutuhkan penelitian menggunakan tes metabolit urin. Deteksi paparan organopofosfat pada petani dapat dilakukan dengan pengecekan kesehatan sebelum dan sesudah bekerja serta melakukan pengukuran di tempat kerja.

Pengendalian terhadap paparan organofosfat pada petani di Indonesia yaitu bisa dilakukan seperti menggunakan truk penyemprotan sehingga mengurangi kontak langung dengan bahan kimia, melakukan pengecekan kesehatan. Petani saat bekerja secara manual menggunakan pestisida yang mengandung organofosfat maka harus menggunakan Alat Pelindung Diri (sarungtangan, masker),  mencuci tangan dan membersihkan pakaiannya secara langsung agar tidak terjadi iritasi kulit.

Penulis: Arira Celia Virta Parawansa (Penerima Beasiswa Sarjana Muamalat)

Editor: Tunjung Senja Widuri

 

About tunjungsenjawiduri

Lihat juga

Pengumuman Yudisium Fakultas Kesehatan Masyarakat Periode 23 Desember 2020

    Berikut merupakan Pengumuman hasil Rapat Yudisium pada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga yang …

%d blogger menyukai ini: