Peran S. KM dalam Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Tempat Kerja, Begini Terang Alumni

FKM NEWS– Sebagai salah satu penyakit endemik di Indonesia, HIV/AIDS sudah tidak asing lagi di masyarakat. Penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh ini dapat menyasar berbagai usia. Tercatat jumlah komulatif maret 2020 pengidap HIV/AIDS di Indonesia sebanyak 511.955 pasien

Webinar kolaborasi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga dan PT. Terminal Teluk Lamong, Kamis (25/03/2021) merupakan salah satu bentuk sosialisasi eksternal perusahaan mengenai HIV/AIDS. Webinar dikemas dengan judul “Sehat, Aktif, dan Produktif bagi Millenial”. Acara dibuka dengan sambuatan dari Dr. Muji Sulistyowati, S.KM., M.Kes selaku Ketua Program Studi S1

Webinar berlangsung cukup interaktif, salah satu almuni FKM Universitas Airlangga Moch. Sholehudin yang bekerja di PT Terminal Teluk Lamong turut andil memberikan wawasan terkait peran sarjana kesehatan masyarakat (S. KM) dalam program Pencegahan dan Penanggulangan (P2) HIV/AIDS di tempat kerja.

“Fungsi penting sarjana kesehatan masyarakat yaitu mampu melakukan upaya promosi dan preventif kesehatan baik untuk masyarakat maupun pekerja” Ujarnya. Udin, sapaan akrabnya menjelaskan lebih lanjut bahwa bukan hanya lulusan peminatan Keselamatan dan kesehatan Kerja (K3) yang perperan dalam program P2 HIV/AIDS di tempat kerja melainkan delapan peminatan di FKM semuanya berpotensi.

Program P2 HIV/AIDS di tempat kerja adalah bentuk perhatian perusahaan kepada setiap pekerjanya dan juga sebagai bagian Key Performance Indicator (KPI) individu ataupun perusahaan. “Program yang baik disusun dengan melakukan analisis gab, menerapkan siklus plan, do,check, action serta terus melakukan upaya peningkatan” Tambahnya. Pengetahuan tentang gab analsis dan lain sebagainya sudah diajarkan dalam bangku perkuliahan, tempat kerja menjadi lahan eksekusi pengetahuan yang sudah diberikan selama menjadi mahasiswa.

Bentuk bentuk program HIV/AIDS di tempat kerja diantaranya sosialisasi dan pelatihan kepada pekerja, sosialisasi eksternal seperti masyarakat umum atau mahasiswa, penyediaan tes HIV/AIDS gratis di klinik perusahaan dan lain sebagainya.

Penulis : Arira Celia Virta Parawansa

EnglishIndonesian
%d blogger menyukai ini: