Home / Populer Ilmiah / Pijat Oksitosin Bisa Jadi Intervensi Lansia Depresi

Pijat Oksitosin Bisa Jadi Intervensi Lansia Depresi

FKM NEWS – Lanjut usia (Lansia) adalah bagian dari proses tumbuh kembang. Seiring bertambahnya usia, lansia semakin terbatas pergerakannya karena penyakit maupun kemampuan tubuh yang menurun. Akibat perubahan fisik, biologis, psikologis, dan sosial, lansia dapat mengalami depresi.

Depresi merupakan gangguan mental yang paling sering terjadi dan paling mudah diatasi pada kehidupan lansia, namun sering kali kondisi ini tidak terdiagnosis dan tidak diatasi. Salah satu penatalaksanaan terapi non farmakologis untuk menurunkan tingkat depresi adalah dengan pijat oksitosin.

Pijat punggung atau yang dikenal dengan pijat oksitosin merupakan pijatan yang dilakukan sepanjang tulang belakang. Pijat oksitosin ini paling sering dilakukan untuk menstimulus hormon oksitosin dalam proses prngeluaran asi. Namun, terapi ini juga dapat digunakan untuk menurunkan tingkat depresi.

Tujuan penelitian yang ditulis oleh Norma Risnasari adalah untuk menganalisis pengaruh pijat oksitosin terhadap tingkat depresi pada lansia. Menggunakan desain penelitian yakni pra eksperimental dengan One Group Pre-Test-Post-Test Design.

Jumlah populasi dalam penelitian tersebut sebanyak 43 orang. Kemudian, teknik pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling dan jumlah sampel sebanyak 11 orang sesuai dengan kriteria inklusi.

Lalu, tingkat depresi lansia diukur dengan menggunakan kuesioner Geriatric Depression Scale.  Berdasarkan hasil penelitian melalui uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan nilai p = 0,003 < 0,05 menunjukkan bahwa pijat oksitosin menurunkan tingkat depresi. Nilai median pretest dan posttest mengalami penurunan dari 9,00 menjadi 4,00.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa dari hasil penelitian menunjukkan, pijat oksitosin dapat menurunkan tingkat depresi pada lansia sehingga pijat oksitosin dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi keperawatan mandiri untuk membantu menyembuhkan lansia yang mengalami depresi. (*)

 

Penulis : Ulfah Mu’amarotul Hikmah

Link : http://repository.unair.ac.id/61787/

About Ulfah Mu'amarotul

Lihat juga

Perlunya Upaya Promosi Kesehatan Terkait DBD di Kupang, NTT

FKM NEWS – Kota Kupang sebagai ibu kota propinsi NTT merupakan wilayah endemis DBD. Pada …

%d blogger menyukai ini: