Home / Agenda / Strategi Pendampingan Pola Asuh Pembelajaran Anak Usia Dini dengan Metode JITU (Jenius, Inspiratif, Terampil, Unggul) Bersama Geliat Airlangga

Strategi Pendampingan Pola Asuh Pembelajaran Anak Usia Dini dengan Metode JITU (Jenius, Inspiratif, Terampil, Unggul) Bersama Geliat Airlangga

Sejak tahun 2015, Geliat Airlangga telah mengadakan kerjasama bersama UNICEF. Peran aktif di bidang pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Geliat Airlangga berada dibawah bimbingan LPPM Universitas Airlangga. Hari ini, Kamis (8/10/20), Geliat Airlangga kembali mengadakan webinar untuk yang ke-11 kalinya. Hal tersebut menunjukkan komitmen dari Geliat Airlangga untuk terus mengedukasi dan mendampingi masyarakat terutama para orang tua di masa pandemi COVID-19. Seminar yang dilakukan secara daring melalui platform video conference tersebut juga disiarkan secara live/langsung dan diunggah pada channel Youtube Geliat Airlangga.

Tema yang diangkat pada webinar kali ini adalah Strategi Pendampingan Pola Asuh Pembelajaran Anak Usia Dini dengan Metode JITU (Jenius, Inspiratif, Terampil, Unggul). Rincian topik yang dijelaskan oleh para narasumber antara lain, Proses Pembelajaran Untuk Meningkatkan Minat Belajar Anak oleh Syifa Andina; Desain Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Minat Belajar Anak oleh Aan Haryono; dan Strategi Pendampingan Belajar Anak di Masa Pandemi COVID-19 oleh Dr. Primatia Yogi Wulandari, S.Psi., M.Si., Psikolog. Selain itu, Geliat Airlangga juga mengundang Dian Kartika Amelia Arbi, S.Psi., M.Psi., dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, sebagai moderator.

Syifa Andina mengatakan, “Proses belajar yang penting adalah memperhatikan kondisi psikologis anak, nyaman dulu anaknya”

“Perlu digarisbawahi bahwa yang penting adalah keamanan dan keselematan anak, termasuk kenyamanan secara psikologis. Yang kedua adalah memprioritaskan dulu kebutuhan anak. Perlu sekali untuk mencaritahu dulu, bertanya pada anak, mereka maunya seperti apa, harapannya seperti apa”, tambahnya.

Konsultan Early Childhood Development UNICEF tersebut kembali menambahkan bahwa, orientasi berada pada proses belajarnya. Jangan sampai guru-guru, orangtua, dan anak terbebani dengan target-target capaian.

Selain itu, public speaking juga menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh para guru saat mengajar muridnya sacara daring. Menurut, Aan Haryono, dari Jurnalis Sahabat Anak, menjelaskan bahwa hal yang perlu diperhatikan oleh pengajar adalah posisi duduk yang benar, background polos, tidak ‘menabrak’(membelakangi) cahaya, menggunakan earphone agar suara terdengar jelas, dan bagaimana cara mengatasi mental block.

Menurut Primatia Yogi Wulandari, Dosen Fakultas Psikologi, Universitas Airlangga, hal yang perlu diperhatikan dalam strategi pendampingan belajar pada anak di masa pandemi adalah kesepakatan bersama terkait jadwal anak, gaya belajar, dan variasi.

“Jangan lupa juga bahwa kita perlu memberi apresiasi, kadang kita lupa bahwa anak-anak ini sebenarnya sudah berusaha”, imbuhnya.

 

Kontributor: Aisyah Tsabita Zaki Ihsani (Relawan Geliat Airlangga)

About Dhani Saptalaksana

Lihat juga

Daftar Nama Mahasiswa yang di Yudisium periode Oktober 2020

Pada Tanggal 5 Oktober 2020, dilaksanakan Rapat Yudisium periode Oktober 2020. Berikut merupakan nama-nama mahasiswa …

%d blogger menyukai ini: