Siti Thomas Zulaikhah*
*Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang, Bagian
Ilmu Kesehatan Masayarakat (IKM)
Alamat korespondensi :
Jl. Raya Kaligawe KM. 4 PO BOX 1054 Semarang Jawa Tengah Indonesia
Phone (+6224) 65833584, Fax (+6224) 6594366
Hp. 081390277161, Telpon Rumah (+6224) 6725050. Email :
thomasanalis17@yahoo.co.id
ABSTRAK
Penambangan emas secara tradisional diolah dengan metode amalgamasi yaitu proses yang menggunakan merkuri untuk mengikat emas. Merkuri merupakan radikal bebas yang dapat meningkatkan Reactive Oxygen Species (ROS) dan peroksidasi lipid. Kadar MDA yang tinggi dan antioksidan enzim yang rendah dapat digunakan sebagai parameter bahwa kadar radikal bebas dalam tubuh tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya perbedaan status antioksidan enzim, peroksidasi lipid dan kadar merkuri kelompok non penambang dan penambang emas tradisional di Selogiri Wonogiri. Desain observasional dengan rancangan cros sectional. Sampel 10 non penambang dan 12 penambang, teknik sampling simple random. Status antioksidan yang meliputi kadar SOD, katalase, GPx dan kadar MDA sebagai parameter peroksidasi lipid diukur dengan metode Elisa. Kadar merkuri dengan metode Mercury Analyser Cold Vapour. Data dianalisis dengan uji t-independence karena distribusi data normal. Rerata kadar merkuri pada non penambang 40.90 μg/L dan penambang 104.49 μg/L, kadar SOD non penambang 36.57 U/mL dan penambang 21.96 U/mL, kadar katalase non penambang 5.48 U/mL dan penambang 3.35 U/mL, kadar GPx non penambang 90.85 U/mL dan penambang 51.88 U/mL. Rarata kadar MDA non penambang 1.70 nmol/mL dan penambang 2.59 nmol/mL. Hasil analisis diperoleh pvalue 0.000. Terdapat perbedaan yang bermakna status antioksidan enzim, peroksidasi lipid dan kadar merkuri pada kedua kelompok.
Kata Kunci : SOD, katalase, GPx, MDA, merkuri, ROS