Home / Populer Ilmiah / Perlunya Upaya Promosi Kesehatan Terkait DBD di Kupang, NTT

Perlunya Upaya Promosi Kesehatan Terkait DBD di Kupang, NTT

hellosehat.com

FKM NEWS – Kota Kupang sebagai ibu kota propinsi NTT merupakan wilayah endemis DBD. Pada tahun 2012-2016 Incidence Rate (IR) berkisar 26,6 – 254,3 kasus per 100.000 penduduk dan selalu tertinggi di NTT dan juga selalu lebih tinggi dari rata-rata nasional. Diperlukan upaya dalam menentukan kebijakan strategi pengendalian vektor secara efektif dan efesien.

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan faktor risiko kejadian DBD secara spasial dan merumuskan model prediksi faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian DBD di Kota Kupang. Jenis penelitian analitik observasional dengan disain kasus kontrol terdiri dari 122 sampel. Data di analisis secara multivariabel dengan menggunakan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya penyakit DBD yaitu pencahayaan p = 0,000 (OR = 7,011; 95% CI (2,587<OR <18,996), luas ventilasi p = 0,001 (OR = 4,991; 95% CI (1,902<OR <13,099), kebiasaan membersihkan tempat penampungan air p = 0,012 (OR = 3,324; 95% CI (1,301<OR <8,492), umur p = 0,047 (OR = 2,643; 95% CI (1,051<OR <6,880). Faktor dominan yang paling mempengaruhi kejadian DBD adalah pencahayaan.

Pola penyebaran kasus DBD menurut faktor risiko yang berpengaruh dan penghitungan probabilitas terjadinya penyakit DBD di Kota Kupang secara spasial, menunjukkan bahwa Kelurahan Oesapa dan Kelurahan Oebobo merupakan daerah berisiko tinggi di daerah endemis di Kota Kupang. Dianjurkan kepada Dinas Kesehatan dan Puskesmas yaitu mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan analisis spasial, meningkatkan upaya promosi dan sosialisasi terhadap masyarakat melalui media sosial, memotivasi masyarakat untuk memperbaiki lingkungan rumah misalnya dengan membuat ventilasi, lubang penghawaan dan menambah genteng kaca pada atap agar cahaya matahari dapat masuk ke dalam rumah sehingga memperkecil risiko terjadinya DBD. Bagi masyarakat perlu membuka selalu ventilasi rumah setiap pagi hingga sore hari.

Penulis: Tunjung Senja Widuri

URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/77616

About tunjungsenjawiduri

Lihat juga

Perilaku Pencegahan Hipertensi Perlu Edukasi dan Pelatihan

FKM NEWS – Seiring berjalannya waktu, terdapat tren kenaikan penderita hipertensi pada umur muda. Kondisi …

%d blogger menyukai ini: